Sunday, September 28, 2025

Learning Parenting from Shahnaz Haque: Wounds, Forgiveness, and Role Modeling


In today’s era of endless short videos, where attention is constantly stolen by quick entertainment, I believe it is essential to train ourselves to listen to long, meaningful conversations. This podcast teach me a lot about wounds..

Minggu pagi di apartemen Jeonju, setelah Subuh sebenarnya ingin tidur lagi tetapi mata tak kunjung bisa terpejam. Saya akhirnya memilih membuat sarapan sambil membuka podcast Helmi Yahya dengan bintang tamu Shahnaz Haque. Dari percakapan itu, saya mendapat banyak pelajaran hidup yang begitu relevan.

Shahnaz Haque adalah adik bungsu dari Marissa Haque, aktris sekaligus politisi, dan Soraya Haque, model sekaligus presenter. She started her journey in the public eye through modeling, Abang None Jakarta, and later entered the Puteri Indonesia contest. CMIIW. Namun di balik pencapaian itu, ia menyimpan luka masa kecil yang besar. Pertengkaran orang tua membuat rumah tidak selalu nyaman baginya, bahkan ia pernah hampir tujuh tahun tidak pulang. Life sometimes pushes us away from the people we love the most, yet in unexpected ways it also brings us back. Hingga suatu takdir Allah membawanya kembali ketika harus meminta tanda tangan ayahnya untuk operasi kanker ovarium. Kepulangan yang berat itu ternyata menjadi berkah. Ia mendapat kesempatan merawat ayahnya di masa-masa terakhir, dan di situlah ia menyadari bahwa cintanya pada ayahnya tak pernah hilang. Begitu juga sebaliknya. 

From this story, Shahnaz teaches us that forgiveness is powerful. Luka masa kecil tidak membuatnya larut dalam kepahitan, justru mendorong ia dan kedua kakaknya untuk saling menguatkan, saling mendukung, dan tumbuh menjadi pribadi yang sukses. Choosing kindness, even when raised in pain, is what transforms wounds into wisdom. Kebaikan yang kita pilih hari ini bisa menjadi jembatan bagi masa depan yang lebih sehat.

Shahnaz juga mengingatkan bahwa parenting tidak pernah ada rumus bakunya. You can give ten pieces of advice, but if your child follows just one, that is already something to be grateful for. Sebab pada hakikatnya anak sering gagal mendengarkan kata-kata kita, tetapi mereka tidak pernah gagal meniru perilaku kita. Parenting bukan sekadar berkata “kan sudah dibilang,” melainkan memberi teladan sehari-hari. Children see, children do.

Ia menekankan pentingnya membedakan antara lingkaran pribadi dan perbuatan anak. As parents, we must learn to separate who our children are from what they do. Sebagai pribadi, anak perlu diterima dengan ridho. Tetapi dalam perbuatan, tentu ada batas yang tidak bisa ditoleransi, terutama bila melanggar adab. Adab stands higher than mere knowledge. Marah boleh, itu manusiawi, tetapi cara marah harus diatur agar tetap mendidik, bukan melukai.

Home, therefore, is not just a physical place but a nurturing space. Di situlah anak belajar menjadi dewasa, dan orang tua belajar menjadi pendidik. Home is the first school, not only for children but also for parents. Karena itu jangan biarkan rumah menjadi racun; jadilah pribadi yang mandiri, bukan beban. Kesedihan memang wajar, tapi tidak semua harus diumbar. Rumah seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar mencintai dan dicintai.

Pelajaran dari Shahnaz sederhana bahwa parenting is not about perfection, but about presence, role modeling, kindness, and forgiveness. Anak mungkin gagal mendengar, tapi mereka tidak pernah gagal meniru. Luka bisa sembuh dengan kebaikan. Dan rumah akan selalu menjadi tempat belajar bersama, tempat kita menumbuhkan cinta. Seperti yang dikatakan Shahnaz, “Ketika satu pintu tertutup, akan ada pintu lain yang terbuka. Selama hidup masih diberi izin oleh Sang Pencipta, jangan diam, lakukan sesuatu.”

Sebagai seorang pendidik, saya merasa pesan ini sangat relevan. Teaching and parenting share the same essence: children learn more from what we do than from what we say. Both in the classroom and at home, we are constantly learning to grow, to guide, and to love. Mungkin di situlah letak keindahan hidup, bahwa luka, maaf, dan cinta bisa berjalan beriringan, membentuk kita menjadi manusia yang lebih utuh. 

Here is the link of the video https://www.youtube.com/watch?v=t9ITmj2mIls

No comments:

Post a Comment

Jatuh Cinta

  Jika ada perasaan yang paling indah di dunia, mungkin salah satunya adalah jatuh cinta. Perasaan ini membuat seseorang tersenyum tanpa ala...