Friday, October 04, 2024

Menanamkan Karakter Keberagaman dan Sikap Toleran melalui Pembacaan Dongeng

 

Oleh: Meila Rosianika


 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dongeng diartikan sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng dapat bermakna sebuah cerita fiktif yang bersifat imajinatif.  Artinya, kejadian dalam dongeng merupakan hasil cipta imaginasi penulisnya. Tujuan dari dongeng adalah memberikan penanaman nilai-nilai karakter pada pembaca lewat kisah yang diceritakan dalam dongeng. Sasaran pembacaan dongeng adalah pembaca dini dan pembaca awal dengan pendampingan orang dewasa di sekitarnya.

Salah satu teknik membaca dongeng adalah read aloud. Read aloud atau dikenal pula dengan sebutan membaca nyaring merupakan kegiatan membacakan cerita maupun dongeng secara nyaring kepada anak. Kegiatan ini dilakukan terus menerus secara rutin dan berkelanjutan dari orang dewasa di sekitar anak usia dini baik oleh guru maupun orang tua. Ada beberapa manfaat yang didapat melalui pembacaan secara nyaring ini, diantaranya adalah dapat memperkaya kosakata anak, melatih pola komunikasi dua arah dan menumbuhkan minat pada bidang literasi.

Membacakan dongeng juga dapat melatih kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini. Sajian kosakata dan masalah sederhana yang diangkat dalam dongeng dapat melatih anak untuk berpikir kritis. Pembaca nyaring perlu mengarahkan pembacaan pada penekanan-penekanan kalimat tertentu pada dongeng agar lebih menarik. Salah satu referensi bagi orang tua dalam membacakan dongeng adalah buku panduan yang merupakan salah satu produk kebinekaan dan telah dikeluarkan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbudristek).

Puspeka sesuai dengan Permendikbudristek No. 28 Tahun 2021 adalah sebuah unit organisasi di Kemendikbudristek yang bertugas menyiapkan kebijakan teknis dan program penguatan karakter. Penguatan karakter seseorang sebaiknya dimulai sedini mungkin dengan berbagai teknik dan pendekatan berkelanjutan sebagai tindakan preventif pada perilaku negatif. Pemerintah telah melakukan penyusunan enam seri dimensi, yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) berkebinekaan global; (3) bergotong royong, (4) bernalar kritis, (5) kemandirian dan (6) kreatif.

Buku panduan yang dikeluarkan oleh Puspeka Kemendikbud ini adalah panduan bagi orang tua jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Materi yang terdapat di dalam buku ini adalah materi yang berkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila. Bahasanya mudah dipahami dan dapat digunakan secara interaktif antara orang tua dengan anak-anaknya di usia dini.  Buku panduan orang tua ini dapat diakses pada laman resmi Puspeka Kemendikbud pada tautan https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/jenjang-paud/#1. Buku panduan ini dapat menjadi pegangan bagi orang tua dalam mengenalkan keragaman dan toleransi untuk anak usia dini. Lembar interaksi dalam buku panduan ini dapat dipakai pula untuk melakukan aktivitas pembelajaran menyenangkan bersama anak.

Selain buku panduan, Puspeka Kemendikbudristek juga mengeluarkan seri pembacaan dongeng pada tautan resmi kumpulan dongeng https://bit.ly/dongengpaudpedia yang berisi pembacaan dongeng. Orang tua dapat menjadikan laman ini sebagai referensi praktis dalam pembacaan dongeng pada anak usia dini. Tujuannya adalah agar orang tua dapat menjadi agen perubahan dan meningkatnya pemahaman mengenai konsep keberagaman dan sikap toleran.

Indonesia memiliki keberagaman etnis, suku, budaya dan agama. Keberagaman ini bukan alasan kita untuk bersikap intoleran pada sesama. Sikap intoleransi merupakan sebuah tindakan yang dilakukan untuk menghalangi kelompok tertentu untuk mendapatkan hak-hak dasar hidupnya yang dijamin oleh konstitusi. Semua dari kita memiliki peran dalam membentuk karakter keberagaman dan sikap toleransi. Keluarga merupakan elemen dasar penting yang menjadi salah satu landasan pembentukan karakter generasi berikutnya. Sebagai orang tua, mari kita mengambil peran untuk menyuarakan praktik baik penanaman karakter keberagaman dan sikap toleran terhadap sesama. Salah satunya dengan rutin membacakan dongeng bermuatan karakter keberagaman untuk membentuk sikap toleran pada anak-anak kita.

 

Wednesday, October 02, 2024

Menebar Kebermanfaatan

 Hallo,

Pink Ranger di sini. Rasanya sudah lama tak menulis blog dengan cerita sehari-hari. Bersyukur blog ini masih eksis di layar maya. Blog ini dibuat dulu awalnya untuk mendokumentasikan tulisan-tulisan selama bekerja di gedung biru. Sudah hampir lima belas tahun berlalu. Ternyata keasyikan menulis berbagai hal random di sini. Sekarang platform ini juga digunakan untuk mengabadikan portofolio digital sebuah program pendidikan pemerintah yang sedang saya ikuti.

Namun kali ini, hanya ingin menuangkan pikiran di kepala yang penuh dengan cerita. Setiap hari saya menantang diri untuk menulis, membaca dan belajar. Entah banyak atau sedikit, entah yang berkaitan dengan profesional maupun personal, hitung-hitungan melatih diri untuk terus berpikir kritis. Aslinya diri ini kan agak sedikit lemot ya. Orang-orang sekitar yang sering berinteraksi dengan saya pasti tahu. Walaupun ada beberapa yang bilang pinter dan punya prestasi, tapi aslinya saya sebenarnya agak payah dalam menganalisis sesuatu. Makanya harus terus mengasah diri. Semoga dengan kebiasaan baik itu Allah ridho.

Hari ini senang sekali bisa bantu rekan sejawat yang melaksanakan ujian kinerja PPG. Sebenarnya dari kemarin-kemarin sudah ikut kontribusi bantuin buat modul, bahan tayang sampai pengambilan video. Bukan itu saja, beberapa hari terakhir memang disibukan juga dengan review naskah dan video pejuang HGN yang akan bertarung di Jambore GTK Hebat 2024. Senang rasanya bisa menebar manfaat yang banyak. Namun tentu harus ada beberapa yang saya tolak halus karena sudah kebanyakan. Keinginan untuk menebar manfaat juga harus disesuaikan dengan kapasitas diri dan waktu. Biar bagaimanapun, tugas domestik diri ini juga banyak. Hehe.

Mengawali pagi dengan membaca hampir tiga puluh halaman buku Kemarau-nya AA Navis. Insyaa Allah besok siap produksi tulisan untuk resensi tulisan AA Navis di KBPJ. Bismillah, semoga lancar. Setelahnya mengajar seperti biasa. Pink Ranger masih mengabdi di tempat yang sama setelah sembilan tahun lamanya. Sebuah desa yang banyak mengajarkan tentang kebermanfaatan. Tadi pagi senang rasanya disapa mahasiswa Pink Ranger di jalan. Ada beberapa mahasiswa UT juga tinggal di desa ini. Siapa yang tidak senang disapa dengan hangat. Semacam mood booster untuk memulai hari. 

Oh ya, kemarin Pink Ranger mendapatkan WA dari seorang siswa bernama Fahri untuk mengingatkan sholat dzuhur. Saat WA itu tiba, saya dan rekan sejawat sedang makan-makan di kantin sekolah. Ada alumni kami juga  bernama Yosi yang bersyukur telah mendapatkan pekerjaan di sebuah rumah makan. Saking beryukurnya, ia mengirimkan traktiran makan siang untuk kami guru-gurunya di sekolah. Wah romantis ya. Di tengah hiruk pikuk dunia yang kadang suka tak berjalan sesuai rencana, ternyata saya punya Yosi dan Fahri. Mengingat mereka saja sudah membuat sejuk. Terimakasih ya, Nak. Terimakasih sudah menjadi bagian dari cerita baik dalam hidup ibu.

Hari ini pulang ke rumah, masih sempat tidur siang. Sebuah waktu berharga yang layak pula disyukuri. Walaupun impian kerja di gedung-gedung tinggi belum tercapai, tapi Allah ganti kenikmatan hidup dengan indahnya punya waktu bisa tidur siang. Sepertinya tak banyak orang sibuk yang memilikinya. Tidur siang tadi mengembalikan energi yang terkuras habis sejak subuh. Yup, no one said parenthood was easy. Salah satu yang menguras tenaga adalah mengurus dua bocil. Setelah tidur siang, kualitas sabar biasanya menebal kembali. Lalu sorenya bertarung di dapur sejenak untuk masak dan menghabiskan makan malam bersama si ayang dan anak-anak. Setelah makan malam selesai, kita seperti biasa berbagi tugas. Bunda mencuci piring, ayah membacakan cerita adik dan kakak membereskan meja makan. Dari dapur bunda dengar, ayah membacakan buku berjudul "Rania Begawak Dup-Dup Api". Wah itu karya bunda. Karya itu diterbitkan dan menjadi milik negara. Salah satu pencapaian yang indah dalam hidup saya karena berhasil mengabadikan sebuah permainan tradisional dari tanah pengabdian ini dalam bentuk buku cerita anak. Kontribusi saya di bidang literasi ternyata bukan hanya sekedar membaca, menulis dan berdaya, tapi bersyukur kerap dilibatkan sebagai narsumber maupun fasilitator literasi baik daerah maupun nasional. Lumayan sebagai selang-seling kegiatan mengajar. Semoga dengan jeda yang manfaat itu menjadi pemantik semangat untuk terus berdaya. Alhamdulillah, banyak bersyukur sering dikelilingi orang-orang baik. 
bonus foto perbandingan Meila yang sekarang dan Meila lima belasan tahun lalu, haha



Love,

Pink Ranger


Jatuh Cinta

  Jika ada perasaan yang paling indah di dunia, mungkin salah satunya adalah jatuh cinta. Perasaan ini membuat seseorang tersenyum tanpa ala...