Wednesday, October 02, 2024

Menebar Kebermanfaatan

 Hallo,

Pink Ranger di sini. Rasanya sudah lama tak menulis blog dengan cerita sehari-hari. Bersyukur blog ini masih eksis di layar maya. Blog ini dibuat dulu awalnya untuk mendokumentasikan tulisan-tulisan selama bekerja di gedung biru. Sudah hampir lima belas tahun berlalu. Ternyata keasyikan menulis berbagai hal random di sini. Sekarang platform ini juga digunakan untuk mengabadikan portofolio digital sebuah program pendidikan pemerintah yang sedang saya ikuti.

Namun kali ini, hanya ingin menuangkan pikiran di kepala yang penuh dengan cerita. Setiap hari saya menantang diri untuk menulis, membaca dan belajar. Entah banyak atau sedikit, entah yang berkaitan dengan profesional maupun personal, hitung-hitungan melatih diri untuk terus berpikir kritis. Aslinya diri ini kan agak sedikit lemot ya. Orang-orang sekitar yang sering berinteraksi dengan saya pasti tahu. Walaupun ada beberapa yang bilang pinter dan punya prestasi, tapi aslinya saya sebenarnya agak payah dalam menganalisis sesuatu. Makanya harus terus mengasah diri. Semoga dengan kebiasaan baik itu Allah ridho.

Hari ini senang sekali bisa bantu rekan sejawat yang melaksanakan ujian kinerja PPG. Sebenarnya dari kemarin-kemarin sudah ikut kontribusi bantuin buat modul, bahan tayang sampai pengambilan video. Bukan itu saja, beberapa hari terakhir memang disibukan juga dengan review naskah dan video pejuang HGN yang akan bertarung di Jambore GTK Hebat 2024. Senang rasanya bisa menebar manfaat yang banyak. Namun tentu harus ada beberapa yang saya tolak halus karena sudah kebanyakan. Keinginan untuk menebar manfaat juga harus disesuaikan dengan kapasitas diri dan waktu. Biar bagaimanapun, tugas domestik diri ini juga banyak. Hehe.

Mengawali pagi dengan membaca hampir tiga puluh halaman buku Kemarau-nya AA Navis. Insyaa Allah besok siap produksi tulisan untuk resensi tulisan AA Navis di KBPJ. Bismillah, semoga lancar. Setelahnya mengajar seperti biasa. Pink Ranger masih mengabdi di tempat yang sama setelah sembilan tahun lamanya. Sebuah desa yang banyak mengajarkan tentang kebermanfaatan. Tadi pagi senang rasanya disapa mahasiswa Pink Ranger di jalan. Ada beberapa mahasiswa UT juga tinggal di desa ini. Siapa yang tidak senang disapa dengan hangat. Semacam mood booster untuk memulai hari. 

Oh ya, kemarin Pink Ranger mendapatkan WA dari seorang siswa bernama Fahri untuk mengingatkan sholat dzuhur. Saat WA itu tiba, saya dan rekan sejawat sedang makan-makan di kantin sekolah. Ada alumni kami juga  bernama Yosi yang bersyukur telah mendapatkan pekerjaan di sebuah rumah makan. Saking beryukurnya, ia mengirimkan traktiran makan siang untuk kami guru-gurunya di sekolah. Wah romantis ya. Di tengah hiruk pikuk dunia yang kadang suka tak berjalan sesuai rencana, ternyata saya punya Yosi dan Fahri. Mengingat mereka saja sudah membuat sejuk. Terimakasih ya, Nak. Terimakasih sudah menjadi bagian dari cerita baik dalam hidup ibu.

Hari ini pulang ke rumah, masih sempat tidur siang. Sebuah waktu berharga yang layak pula disyukuri. Walaupun impian kerja di gedung-gedung tinggi belum tercapai, tapi Allah ganti kenikmatan hidup dengan indahnya punya waktu bisa tidur siang. Sepertinya tak banyak orang sibuk yang memilikinya. Tidur siang tadi mengembalikan energi yang terkuras habis sejak subuh. Yup, no one said parenthood was easy. Salah satu yang menguras tenaga adalah mengurus dua bocil. Setelah tidur siang, kualitas sabar biasanya menebal kembali. Lalu sorenya bertarung di dapur sejenak untuk masak dan menghabiskan makan malam bersama si ayang dan anak-anak. Setelah makan malam selesai, kita seperti biasa berbagi tugas. Bunda mencuci piring, ayah membacakan cerita adik dan kakak membereskan meja makan. Dari dapur bunda dengar, ayah membacakan buku berjudul "Rania Begawak Dup-Dup Api". Wah itu karya bunda. Karya itu diterbitkan dan menjadi milik negara. Salah satu pencapaian yang indah dalam hidup saya karena berhasil mengabadikan sebuah permainan tradisional dari tanah pengabdian ini dalam bentuk buku cerita anak. Kontribusi saya di bidang literasi ternyata bukan hanya sekedar membaca, menulis dan berdaya, tapi bersyukur kerap dilibatkan sebagai narsumber maupun fasilitator literasi baik daerah maupun nasional. Lumayan sebagai selang-seling kegiatan mengajar. Semoga dengan jeda yang manfaat itu menjadi pemantik semangat untuk terus berdaya. Alhamdulillah, banyak bersyukur sering dikelilingi orang-orang baik. 
bonus foto perbandingan Meila yang sekarang dan Meila lima belasan tahun lalu, haha



Love,

Pink Ranger


No comments:

Post a Comment

Jatuh Cinta

  Jika ada perasaan yang paling indah di dunia, mungkin salah satunya adalah jatuh cinta. Perasaan ini membuat seseorang tersenyum tanpa ala...