Oleh: Meila Rosianika - Fasilitator Bhineka Provinsi Jambi 2024
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dongeng diartikan sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng dapat bermakna sebuah cerita fiktif yang bersifat imajinatif. Artinya, kejadian dalam dongeng merupakan hasil cipta imaginasi penulisnya. Tujuan dari dongeng adalah memberikan penanaman nilai-nilai karakter pada pembaca lewat kisah yang diceritakan dalam dongeng. Sasaran pembacaan dongeng adalah pembaca dini dan pembaca awal dengan pendampingan orang dewasa di sekitarnya. Salah satu teknik membaca dongeng adalah read aloud. Read aloud atau dikenal pula dengan sebutan membaca nyaring merupakan kegiatan membacakan cerita maupun dongeng secara nyaring kepada anak. Kegiatan ini dilakukan terus menerus secara rutin dan berkelanjutan dari orang dewasa di sekitar anak usia dini baik oleh guru maupun orang tua.
Ada beberapa manfaat yang didapat melalui pembacaan secara nyaring ini, diantaranya adalah dapat memperkaya kosakata anak, melatih pola komunikasi dua arah dan menumbuhkan minat pada bidang literasi. Membacakan dongeng juga dapat melatih kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini. Sajian kosakata dan masalah sederhana yang diangkat dalam dongeng dapat melatih anak untuk berpikir kritis. Pembaca nyaring perlu mengarahkan pembacaan pada penekanan-penekanan kalimat tertentu pada dongeng agar lebih menarik. Salah satu referensi bagi orang tua dalam membacakan dongeng adalah buku panduan yang merupakan salah satu produk kebinekaan dan telah dikeluarkan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbudristek). Puspeka sesuai dengan Permendikbudristek No. 28 Tahun 2021 adalah sebuah unit organisasi di Kemendikbudristek yang bertugas menyiapkan kebijakan teknis dan program penguatan karakter.
Penguatan karakter seseorang sebaiknya dimulai sedini mungkin dengan berbagai teknik dan pendekatan berkelanjutan sebagai tindakan preventif pada perilaku negatif. Pemerintah telah melakukan penyusunan enam seri dimensi, yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) berkebinekaan global; (3) bergotong royong, (4) bernalar kritis, (5) kemandirian dan (6) kreatif. Buku panduan yang dikeluarkan oleh Puspeka Kemendikbud ini adalah panduan bagi orang tua jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Materi yang terdapat di dalam buku ini adalah materi yang berkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila. Bahasanya mudah dipahami dan dapat digunakan secara interaktif antara orang tua dengan anak-anaknya di usia dini. Buku panduan orang tua ini dapat diakses pada laman resmi Puspeka Kemendikbud pada tautan https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/jenjang-paud/#1.
Buku panduan ini dapat menjadi pegangan bagi orang tua dalam mengenalkan keragaman dan toleransi untuk anak usia dini. Lembar interaksi dalam buku panduan ini dapat dipakai pula untuk melakukan aktivitas pembelajaran menyenangkan bersama anak. Selain buku panduan, Puspeka Kemendikbudristek juga mengeluarkan seri pembacaan dongeng pada tautan resmi kumpulan dongeng https://bit.ly/dongengpaudpedia yang berisi pembacaan dongeng. Orang tua dapat menjadikan laman ini sebagai referensi praktis dalam pembacaan dongeng pada anak usia dini. Tujuannya adalah agar orang tua dapat menjadi agen perubahan dan meningkatnya pemahaman mengenai konsep keberagaman dan sikap toleran.
Indonesia memiliki keberagaman etnis, suku, budaya dan agama. Keberagaman ini bukan alasan kita untuk bersikap intoleran pada sesama. Sikap intoleransi merupakan sebuah tindakan yang dilakukan untuk menghalangi kelompok tertentu untuk mendapatkan hak-hak dasar hidupnya yang dijamin oleh konstitusi. Semua dari kita memiliki peran dalam membentuk karakter keberagaman dan sikap toleransi. Keluarga merupakan elemen dasar penting yang menjadi salah satu landasan pembentukan karakter generasi berikutnya. Sebagai orang tua, mari kita mengambil peran untuk menyuarakan praktik baik penanaman karakter keberagaman dan sikap toleran terhadap sesama. Salah satunya dengan rutin membacakan dongeng bermuatan karakter keberagaman untuk membentuk sikap toleran pada anak-anak kita.

No comments:
Post a Comment