Wednesday, August 13, 2025

On The Matter of Luck

Mungkin, saya adalah salah satu dari sedikit pendidik yang beruntung. Saya memulai karier dengan cepat tanpa kendala berarti. Penghasilan yang saya terima lebih dari cukup, walau tak bisa dibilang berkelimpahan. Tapi lebih dari cukup untuk membiayai diri, membantu orang tua dan support finansial bersama teman hidup di rumah sederhana kami. Setiap bulan saya masih bisa beli buku. Setiap tahun saya bisa melakukan riset. Tapi memang saya hanya punya dua anak dan belum masuk usia perguruan tinggi, jadi kata orang masih belum banyak kebutuhan. Namun sedikit-sedikit masih bisa menabung. Tapi kalau tolak ukur kemapanan dinilai dari kebun sawit, tentu saja saya jauh dari itu. Jadi saat ramai-ramai ada frasa ‘beban negara’ tentu saya menolak mengambil frasa tersebut untuk dilabelkan pada saya baik personal maupun professional. Saya berkontribusi dan merasa hidup nyaman. Entah karena tidak punya banyak keinginan dengan nilai materi yang tinggi atau memang kebutuhan akademik saya merasa terpenuhi, saya juga tidak tahu. Yang jelas saya bersyukur. Rasa syukur yang akan membuat saya membuktikan bahwa negara tidak rugi berinvestasi pada saya. Mari kita terus upayakan hal-hal baik itu. Salam, Penyelamat bumi.

No comments:

Post a Comment

Jatuh Cinta

  Jika ada perasaan yang paling indah di dunia, mungkin salah satunya adalah jatuh cinta. Perasaan ini membuat seseorang tersenyum tanpa ala...