Wednesday, June 25, 2025

Perempuan Berdaya, Tanpa Melupakan Kodratnya

 

Hari ini saya membuat visa pengajuan untuk ke Korea Selatan, ini saya kutip petikannya. Saya melihat bagian yang harus saya berikan checklist adalah keperluan Diplomatic/ Official. Kayak.. apakah ini nyata: Saya – mengajukan ini atas instruksi Kementerian Pendidikan RI karena saya terpilih sebagai salah satu dari delapan delegasi yang qualified di program APCEU UNESCO ke Korea Selatan. Adapun pendaftar awalnya adalah 879 peserta pendidik hebat dari 19 Provinsi Sasaran. How lucky 😊

Masih tak menyangka nama MEILA ROSIANIKA itu tertulis sebagai salah satu penerima Invitation of Indonesian Teachers for the 2025 Korea-Indonesia Teacher Exchange Programme. Allahu Akbar...

----

Lalu saya menangis..

Teringat beberapa waktu lalu seorang kenalan mengirimkan pesan “Kuat ya mentalnya mau meninggalkan keluarga..” Sekilas kalimat itu seperti pujian. Tapi rasa-rasanya agak gimana ya.. dengan kalimat ‘meninggalkan’..

Ya, saya seorang ibu. Saya tidak sedang benar-benar meninggalkan.. saya hanya mengajarkan anak-anak memahami bahwa perempuan akan tetap bisa mengejar mimpi dan harapannya dengan tetap berkeluarga. Saya juga merasakan berat hati seperti ibu-ibu lainnya yang akan bertugas. Apalagi ini tugas dinas yang pertama saya sebagai seorang delegasi perwakilan negara. Tak menyangka bahwa saya juga harus mengurus passport yang berbeda dari biasanya.. ya passport untuk PDLN (Perjalanan Dinas Luar Negeri)

Kemudian saya berpikir, apakah mungkin semua akan lebih mudah apabila saya mendapatkan kesempatan ini saat masih sendiri dan bebas merdeka. Oh ternyata sepertinya tidak. Saya mungkin juga akan menghadapi kalimat pedas lainnya.. seperti “Kapan jodohnya akan datang kalau pergi-pergi terus..” Saya bahkan belum tentu diizinkan keluarga apabila masih single untuk pergi jauh. Kekhawatiran orang tua saya mungkin akan besar dengan anak perawannya. Lagipula di masa sendiri, saya belum banyak belajar. Saya tak seperti teman-teman single hebat lainnya. Saya bucin di awal usia dua puluhan. Mana saya pedulikan lagi kesempatan seperti ini waktu itu. Saya mengejar Pak Suami dan memilih tinggal di kabupaten untuk ikut tempat pengabdiannya tanpa memedulikan kemana arah karier saya ketika itu. Iya kalian tak salah baca, haha. Memang sayalah yang mengejar-ngejar lelaki beruntung itu. Beruntungnya dia diburu oleh perempuan yang melebih ekspektasinya. Wkwk. Beliau beruntung, sayapun beruntung. Saya kemudian lolos CPNS di daerah pengabdian yang sama. Kami berhasil membuktikan bahwa prestasi saya tetap stabil meskipun berkarya dari sudut kabupaten. Kami membangun rumah buku bersama dengan anak-anak.



Atau mungkin semua akan lebih mudah kalau program dan kesempatan ini datang saat belum ada anak-anak? Oh ternyata sepertinya tidak juga. Orang-orang yang julid mungkin akan tetap ada. Kalimatnya menjadi.. “Kapan mau hamil kalau LDR-an begitu..” Benarlah kiranya kita akan sulit selamat dari omongan negatif pihak-pihak tertentu. Bahkan saat saya akan berangkat PPG ke Medan juga ada lho yang berkomentar “Kok tega ya meninggalkan anak-anak demi sertifikasi..”

Kita semua membawa kondisi keluarga yang berbeda. Takdir kita berbeda, privilege kita berbeda, dukungan keluarga inti kita berbeda. Kalau kamu seorang ibu dengan kualifikasi seperti saya dalam hal personal, akademik, prestasi maupun professional tapi tak memilih ikut untuk seleksi program seperti ini, kamu keren. Tapi begitupun saya. Kita semua keren kalau kita saling bersyukur dan menikmati semua jalan yang kita pilih dengan baik.

Mari saling mendukung semua perempuan untuk tetap berdaya tanpa melupakan kodratnya.



Ohya, baru saja keluar informasi mengenai penempatan saya selama di Korea Selatan nanti:

Wansan Girls' High School

60 Deokjeokgol 1-gil, Wansan-gu, Jeonju-si, Jeollabuk-do, South Korea

https://school.jbedu.kr/wansan-h/M010406/view/6393057

Doakan ya! :) 

Pernah saat setelah sholat berjamaah si bebeb melisankan doa dan rasa syukurnya bahwa di tahun ini kami dapat berangkat umrah bersama. Ia juga bersyukur di tahun yang sama saya lolos program IKTE 2025 ke Korsel. Saya tak hanya dibanggakan di dunia nyata, tapi juga dalam doa. So sweet Pak Iinggg

Dalam postingan ini saya sekaligus melampirkan dokumentasi sewaktu seleksi IKTE 2025 di Jakarta bersama 41 Finalis lainnya sebagai kenangan baik yang tak akan terlupakan.. 












Demikian sharing kali ini. Semoga tidak ada justifikasi negatif di antara kita. Mari menghebat dengan terus menebar manfaat. Salam Power Ranger!

1 comment:

Jatuh Cinta

  Jika ada perasaan yang paling indah di dunia, mungkin salah satunya adalah jatuh cinta. Perasaan ini membuat seseorang tersenyum tanpa ala...