You all are knows, berpikir itu memang penting. Actions without thinking is makes an useless potency. Tapi menurut aku, pada setiap keputusan atas peluang yang dateng ke kita nggak semuanya harus kita timbang terlalu lama. Ada suatu masa dimana dengan terlalu banyak berpikir aku ngerasa nggak bisa ngelakuin sesuatu ketimbang dengan langsung saja melakukannya. Contohnya aja ketika kemaren jadi pemateri untuk bahan renungan (semacam Emotional Spiritual Question), aku sama sekali nggak yakin bisa membuat seisi ruangan menangis dengan kata-kataku. Aku nyaris nolak tawaran itu dengan alesan ini itu, tapi nggak tahu kekuatan darimana aku ngambil keputusan juga untuk nyoba. Pikiranku waktu itu, at least i try to try. Modal penghayatan dan passion berbicara di depan publik aku combine dengan niat buat ibadah. Ketika hari H, aku mengabaikan aneka pikiran tentang pertanyaan-pertanyaan diri sendiri “gimana kalo aku gagal”. Once more, aku cuma ingin mencoba melakukannya. Of course the way to failure is always around me.
Voila! Aku kaget ketika di pertengahan kata-kata materiku telah terdengar isakan tangis dari bebarapa peserta. Aku semakin semangat menghayati kekuatan kata-kata yang kusampaikan. Aku hanya butuh sedikit berimprovisasi dari bahan materi yang ada di slide show. Semakin lama, semakin banyak ku dengar isak tangis dari peserta. Meraka semakin dalam menunduk dengan tangan yang terus saja mengusap butiran air mata. Setelah nyaris seisi ruangan menangis, guess what happened in me?Tentu saja aku juga sedikit menangis. Tapi dengan sedikit penguatan agar aku tetap bisa menyampaikan kata-kata dalam perenungan itu. Believe it or not, i know i can if i think i can!
Pernah juga ketika aku dipercaya menginterview orang-orang yang punya “nama” di kaliber nasional, aneka pikiran berseliweran dalam benakku. Rasanya takut sekali jika ada kata-kata yang salah atau kealpaan yang nantinya akan mempermalukanku. Aku ingat sekali ketika itu aku tidak terlalu banyak berpikir kecuali mencari bahan dan mempersiapkan mental bahwa aku layak untuk mendapatkan kesempatan itu. Semua berjalan sesuai dengan yang aku mau. Aku melakukan wawancara dan aku tahu semua berjalan baik-baik saja. Then, mission accommplised and... done by my own way!
Yup, dalam bagian hidup kita memang membutuhkan proses pemikiran. Tapi untuk sesuatu yang kerap kita ragukan, ada baiknya kita menganut prinsip take it or leave it. Setiap pilihan yang kita ambil pasti punya konsekuensi. Yang salah bukanlah pilihan A atau pilihan B. Tapi adalah ketika kita tidak mampu untuk memilih dalam setiap pilihan. So when you are in hesitate to do something which can makes you go forward, let you dont think too much. Just do it!

No comments:
Post a Comment