Beberapa hari lalu karena kesal temen-temen pada punya pasangan semua, aku pun 'ngabur' dari suatu ajang kumpul2. Jadi ceritanya, aku yang lagi depresi ringan karena nggak punya pasangan jalan-jalan buat 'me time' dengan nge-mall. Hati yang kesel jadi tambah ngedumel liat di mall orang2 pada gandengan semua. Maklum, relationship yang terakhir akulah yang mengakhirinya. Bahkan setelah itu, aku dengan (sok) berani menolak pangeran lain yang datang.
Aku masih normal, Cing. Masih punya ketertarikan sama lawan jenis. Tapi jika ditanya alasan kenapa aku melajang, aku sendiri pun bingung mendefinisikan alasannya.
Kembali ke mall, di mall aku memilih-milih baju yang lucu-lucu. Lalu pilihanku jatuh pada dua model baju yang membuatku bingung untuk memilihnya. Bukan hanya cinta, bajupun aku tak bisa memilih satu diantara dua.
Aku memilih pergi dari mall, kali itu aku tak membeli dan memilih salah satu bajupun. Di jalan, aku melihat mamang bakso. Ku panggil untuk membeli. Makan di pinggir jalan dengan kenyang kemudian ku berikan uang untuk membeli baju pada mamang bakso. Ya, jelas saja mamangnya bertanya, "uangnya lebih dek". Duh, melihat mamang yang udah tua aku bertanya, "anaknya berapa, Mang?" kataku. "Dua" jawabnya. Pikirku kemudian teringat pada ortu yang sama tuanya seperti dia. "Uang itu tadinya buat beli baju, tapi bajunya nggak ada yang bagus, Mang. Jadi buat jajan anak mamang aja" jawabku sambil menghidupkan si Pinky kemudian ngelonyor pergi.
Ya, cinta sama juga seperti kita memilih baju. Jika memang belum menemukan yang pas, kenapa kita harus memaksakan diri dengan yang ada. Lebih baik mengabdikan dan memberikan apa yang kita bisa pada sesuatu yang lain, yang tentunya bisa lebih bermanfaat dalam kebaikan.
Bee,
Meila R
Aku masih normal, Cing. Masih punya ketertarikan sama lawan jenis. Tapi jika ditanya alasan kenapa aku melajang, aku sendiri pun bingung mendefinisikan alasannya.
Kembali ke mall, di mall aku memilih-milih baju yang lucu-lucu. Lalu pilihanku jatuh pada dua model baju yang membuatku bingung untuk memilihnya. Bukan hanya cinta, bajupun aku tak bisa memilih satu diantara dua.
Aku memilih pergi dari mall, kali itu aku tak membeli dan memilih salah satu bajupun. Di jalan, aku melihat mamang bakso. Ku panggil untuk membeli. Makan di pinggir jalan dengan kenyang kemudian ku berikan uang untuk membeli baju pada mamang bakso. Ya, jelas saja mamangnya bertanya, "uangnya lebih dek". Duh, melihat mamang yang udah tua aku bertanya, "anaknya berapa, Mang?" kataku. "Dua" jawabnya. Pikirku kemudian teringat pada ortu yang sama tuanya seperti dia. "Uang itu tadinya buat beli baju, tapi bajunya nggak ada yang bagus, Mang. Jadi buat jajan anak mamang aja" jawabku sambil menghidupkan si Pinky kemudian ngelonyor pergi.
Ya, cinta sama juga seperti kita memilih baju. Jika memang belum menemukan yang pas, kenapa kita harus memaksakan diri dengan yang ada. Lebih baik mengabdikan dan memberikan apa yang kita bisa pada sesuatu yang lain, yang tentunya bisa lebih bermanfaat dalam kebaikan.
Bee,
Meila R
No comments:
Post a Comment